C. Kemasan atau Display Produk Kerajinan Kerajinan Bahan Lunak Alam
Kemasan adalah bagian luar yang membungkus produk untuk melindunginya dari kerusakan seperti benturan, cuaca, dan kelembapan.
Pengemasan merupakan proses melindungi, menyimpan, menjaga kualitas, serta memperindah produk agar menarik bagi konsumen dan dapat menjadi media promosi.
Display adalah tempat atau rak untuk menampilkan produk kerajinan agar terlihat menarik.
Fungsi Kemasan
Kemasan memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:
- Sebagai wadah produk kerajinan.
- Melindungi produk dari panas, udara, kelembapan, sinar matahari, dan benturan.
- Sebagai identitas produk melalui label dan informasi.
- Menambah nilai estetika dan nilai jual produk.
Jenis Bahan Kemasan
Bahan kemasan untuk kerajinan bahan lunak alam antara lain:
- Kertas/Karton: mudah didapat dan murah, tetapi mudah rusak jika terkena air.
- Kayu: kuat, tahan lama, dan ramah lingkungan.
- Plastik: ringan, murah, dan tahan air, tetapi berdampak buruk bagi lingkungan karena sulit terurai.
D. Prosedur Perancangan Kerajinan Bahan Lunak Alam
1. Prinsip Perancangan
Dalam membuat kerajinan, perlu memperhatikan dua prinsip utama, yaitu:
a. Prinsip Ekonomis
Pembuatan kerajinan harus menggunakan bahan, tenaga, dan proses secara efisien agar menghasilkan keuntungan dan memiliki nilai jual.
b. Prinsip Ergonomis
Prinsip ergonomis menekankan kegunaan dan kenyamanan produk kerajinan, yang meliputi:
- Kegunaan (Utility): produk harus berfungsi sesuai kebutuhan.
- Kenyamanan (Comfortability): produk nyaman digunakan dan mudah dipakai.
- Keluwesan (Flexibility): bentuk dan warna produk harus sesuai dengan kegunaannya.
- Keamanan (Safety): produk tidak membahayakan penggunanya.
- Keindahan (Aesthetic): produk memiliki nilai keindahan agar menarik dan meningkatkan nilai jual.
Proses Perancangan Karya Kerajinan Bahan Lunak Alam
Selain memperhatikan prinsip ekonomis dan ergonomis, pembuatan kerajinan juga harus melalui tahapan perancangan agar hasilnya maksimal. Proses perancangan karya kerajinan meliputi langkah-langkah berikut:
- Menentukan Bahan Dasar
Menentukan jenis bahan lunak alam yang akan digunakan sesuai dengan fungsi dan bentuk produk.
- Mencari Ide atau Gagasan
Ide dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti lingkungan sekitar, budaya, kebutuhan masyarakat, atau media cetak dan elektronik.
- Membuat Beberapa Sketsa Karya Kerajinan
Sketsa dibuat sebagai gambaran awal bentuk produk yang akan dibuat.
- Menentukan Sketsa Terbaik
Memilih satu sketsa terbaik yang paling sesuai dengan fungsi, keindahan, dan bahan yang digunakan.
- Mengumpulkan Bahan dan Alat
Menyiapkan semua bahan dan alat yang diperlukan sebelum proses pembuatan dimulai.
- Membuat Produk Kerajinan Sesuai Rancangan
Proses pembuatan dilakukan sesuai sketsa dan rencana yang telah ditentukan.
- Menguji Produk dan Melakukan Evaluasi
Produk yang telah dibuat diuji untuk mengetahui fungsi, kenyamanan, dan keamanannya.
- Revisi Produk Kerajinan
Melakukan perbaikan jika masih terdapat kekurangan pada produk.
- Produk Akhir
Produk siap digunakan atau dipasarkan setelah melalui tahap evaluasi dan perbaikan.
- Pengemasan
Produk dikemas dengan baik agar terlindungi dan terlihat menarik.
- Pemasaran atau Display Produk
Produk dipasarkan atau ditampilkan melalui display agar dikenal dan menarik minat konsumen.
2. Teknik Pembuatan Kerajinan Bahan Lunak Alam
Dalam pembuatan kerajinan bahan lunak alam, terdapat beberapa teknik yang sering digunakan, yaitu sebagai berikut:
a. Teknik Membentuk
Teknik membentuk digunakan pada bahan lunak seperti tanah liat atau clay untuk menghasilkan berbagai bentuk kerajinan.
Jenis-jenis teknik mengukir antara lain:
-
Teknik Gores
Dilakukan dengan menggores permukaan gerabah yang masih basah menggunakan benda tajam sehingga meninggalkan bekas goresan.
-
Teknik Cukil
Menggunakan alat tajam dan runcing untuk menghasilkan bekas cukilan yang lebar dan pendek.
-
Teknik Tusuk
Dilakukan dengan menusuk permukaan bahan menggunakan alat runcing sehingga menghasilkan motif berupa titik-titik.
-
Teknik Membutsir
Teknik membutsir dilakukan dengan cara memijit, menambah, atau mengurangi bahan kerajinan menggunakan alat butsir atau kawat untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.