menu melayang

Kerajinan Bahan Lunak Alam_3

C. Kemasan atau Display Produk Kerajinan Kerajinan Bahan Lunak Alam

Kemasan adalah bagian luar yang membungkus produk untuk melindunginya dari kerusakan seperti benturan, cuaca, dan kelembapan.

Pengemasan merupakan proses melindungi, menyimpan, menjaga kualitas, serta memperindah produk agar menarik bagi konsumen dan dapat menjadi media promosi.

Display adalah tempat atau rak untuk menampilkan produk kerajinan agar terlihat menarik.

Fungsi Kemasan

Kemasan memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:

  1. Sebagai wadah produk kerajinan.
  2. Melindungi produk dari panas, udara, kelembapan, sinar matahari, dan benturan.
  3. Sebagai identitas produk melalui label dan informasi.
  4. Menambah nilai estetika dan nilai jual produk.

Jenis Bahan Kemasan

Bahan kemasan untuk kerajinan bahan lunak alam antara lain:

  1. Kertas/Karton: mudah didapat dan murah, tetapi mudah rusak jika terkena air.
  2. Kayu: kuat, tahan lama, dan ramah lingkungan.
  3. Plastik: ringan, murah, dan tahan air, tetapi berdampak buruk bagi lingkungan karena sulit terurai.

D. Prosedur Perancangan Kerajinan Bahan Lunak Alam

1. Prinsip Perancangan

Dalam membuat kerajinan, perlu memperhatikan dua prinsip utama, yaitu:

a. Prinsip Ekonomis

Pembuatan kerajinan harus menggunakan bahan, tenaga, dan proses secara efisien agar menghasilkan keuntungan dan memiliki nilai jual.

b. Prinsip Ergonomis

Prinsip ergonomis menekankan kegunaan dan kenyamanan produk kerajinan, yang meliputi:

  1. Kegunaan (Utility): produk harus berfungsi sesuai kebutuhan.
  2. Kenyamanan (Comfortability): produk nyaman digunakan dan mudah dipakai.
  3. Keluwesan (Flexibility): bentuk dan warna produk harus sesuai dengan kegunaannya.
  4. Keamanan (Safety): produk tidak membahayakan penggunanya.
  5. Keindahan (Aesthetic): produk memiliki nilai keindahan agar menarik dan meningkatkan nilai jual.

Proses Perancangan Karya Kerajinan Bahan Lunak Alam

Selain memperhatikan prinsip ekonomis dan ergonomis, pembuatan kerajinan juga harus melalui tahapan perancangan agar hasilnya maksimal. Proses perancangan karya kerajinan meliputi langkah-langkah berikut:

  1. Menentukan Bahan Dasar

    Menentukan jenis bahan lunak alam yang akan digunakan sesuai dengan fungsi dan bentuk produk.

  2. Mencari Ide atau Gagasan

    Ide dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti lingkungan sekitar, budaya, kebutuhan masyarakat, atau media cetak dan elektronik.

  3. Membuat Beberapa Sketsa Karya Kerajinan

    Sketsa dibuat sebagai gambaran awal bentuk produk yang akan dibuat.

  4. Menentukan Sketsa Terbaik

    Memilih satu sketsa terbaik yang paling sesuai dengan fungsi, keindahan, dan bahan yang digunakan.

  5. Mengumpulkan Bahan dan Alat

    Menyiapkan semua bahan dan alat yang diperlukan sebelum proses pembuatan dimulai.

  6. Membuat Produk Kerajinan Sesuai Rancangan

    Proses pembuatan dilakukan sesuai sketsa dan rencana yang telah ditentukan.

  7. Menguji Produk dan Melakukan Evaluasi

    Produk yang telah dibuat diuji untuk mengetahui fungsi, kenyamanan, dan keamanannya.

  8. Revisi Produk Kerajinan

    Melakukan perbaikan jika masih terdapat kekurangan pada produk.

  9. Produk Akhir

    Produk siap digunakan atau dipasarkan setelah melalui tahap evaluasi dan perbaikan.

  10. Pengemasan

    Produk dikemas dengan baik agar terlindungi dan terlihat menarik.

  11. Pemasaran atau Display Produk

    Produk dipasarkan atau ditampilkan melalui display agar dikenal dan menarik minat konsumen.


2. Teknik Pembuatan Kerajinan Bahan Lunak Alam

Dalam pembuatan kerajinan bahan lunak alam, terdapat beberapa teknik yang sering digunakan, yaitu sebagai berikut:

a. Teknik Membentuk

Teknik membentuk digunakan pada bahan lunak seperti tanah liat atau clay untuk menghasilkan berbagai bentuk kerajinan.

Jenis-jenis teknik mengukir antara lain:

  1. Teknik Gores

    Dilakukan dengan menggores permukaan gerabah yang masih basah menggunakan benda tajam sehingga meninggalkan bekas goresan.

  2. Teknik Cukil

    Menggunakan alat tajam dan runcing untuk menghasilkan bekas cukilan yang lebar dan pendek.

  3. Teknik Tusuk

    Dilakukan dengan menusuk permukaan bahan menggunakan alat runcing sehingga menghasilkan motif berupa titik-titik.

  4. Teknik Membutsir

    Teknik membutsir dilakukan dengan cara memijit, menambah, atau mengurangi bahan kerajinan menggunakan alat butsir atau kawat untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.

Blog Post

Kejar Raih Mimpi

Back to Top