menu melayang

Bab 2 Teknik Pengolahan Pangan

Teknik Pengolahan Pangan - Materi Prakarya SMP
PRAKARYA SMP KELAS 8

Teknik Pengolahan
Pangan

Dari Bahan Mentah Menjadi Hidangan Siap Santap

Mengenal Teknik Mengolah Pangan

Dari Bahan Mentah Menjadi Hidangan Lezat dan Tahan Lama

Panas Basah Panas Kering Setengah Jadi

Selamat Datang di Dapur Prakarya

Pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa singkong bisa berubah menjadi keripik yang renyah, atau kentang bisa menjadi sup yang hangat dan lezat? Semua itu karena teknik pengolahan yang digunakan.

Tujuan utama mengolah pangan adalah mengubah bahan baku menjadi produk siap saji yang lebih disukai konsumen serta tahan lama.

Makanan dari serealia dan umbi-umbian sangat populer untuk konsumsi sehari-hari karena lebih sehat, murah, mudah didapat, dan proses masaknya cepat. Oleh karena itu, produk-produk ini banyak diproduksi.

Perlu diketahui! Teknik pengolahan pangan sendiri terbagi menjadi dua jenis utama: Teknik Panas Basah dan Teknik Panas Kering. Mari kita pelajari satu per satu.

1. Teknik Panas Basah (Moist Heat)

Metode ini menggunakan cairan (air, susu, atau kaldu) sebagai media untuk mematangkan makanan. Suhu cairan pada teknik ini tidak akan melebihi titik didih.

🍲

Merebus (Boiling)

Memasak dengan cairan mendidih. Pastikan ukuran panci sesuai dengan banyaknya cairan dan makanan.

🥚

Poaching

Memasak dengan merendam dalam cairan panas 71–87°C (api kecil, tidak mendidih). Cocok untuk bahan lunak seperti buah, sayur, telur, dan susu.

🍖

Braising

Merebus dengan sedikit cairan (hanya setengah terendam) di panci tertutup, api kecil. Bagus untuk daging agar empuk dan harum.

🍛

Stewing

Merebus dalam air, kaldu, atau susu bersama bumbu yang sudah ditumis. Biasanya dipakai untuk masakan daging dan ikan.

🥩

Simmering

Merebus pada suhu sedang (di bawah titik didih) hingga bahan terendam. Untuk bahan keras seperti daging yang butuh waktu lama.

🥟

Mengukus (Steaming)

Memasak dengan uap air panas dari air mendidih, tanpa kontak langsung dengan air. Cocok untuk daging, ayam, sayur, umbi, talas, dan beras.

Tips Praktis: Untuk mengukus singkong atau ubi, potong kecil-kecil agar matang merata dan tidak keras di bagian tengah.

2. Teknik Panas Kering (Dry Heat)

Teknik memasak tanpa menggunakan cairan sama sekali. Panas berasal dari udara, minyak, atau permukaan wajan langsung.

Penggorengan Rendam (Deep Frying)

Deep frying merupakan teknik memasak dengan merendam bahan makanan dalam minyak goreng dalam jumlah banyak hingga menghasilkan tekstur renyah dan warna keemasan, seperti yang umum diterapkan pada pembuatan kentang goreng dan singkong goreng.

Perhatikan! Pengaturan suhu yang kurang tepat selama proses penggorengan dapat mengakibatkan produk menjadi gosong atau terlalu menyerap minyak.

Penggorengan Dangkal (Shallow Frying)

Shallow frying adalah teknik menggoreng bahan makanan menggunakan minyak dalam jumlah sedang di atas wajan datar (fry pan). Jumlah minyak yang digunakan dalam teknik ini tidak boleh melebihi setengah dari ketebalan atau tinggi bahan makanan yang diolah.

Pemanggangan dengan Api Langsung (Roasting)

Roasting adalah teknik memasak dengan memanfaatkan panas langsung dari api terbuka atau di dalam oven. Tujuan utama teknik ini adalah untuk menghasilkan efek karamelisasi pada permukaan makanan, yaitu perubahan warna menjadi kecokelatan. Teknik ini sering diaplikasikan pada pengolahan sayuran dan biji kopi.

Pemanggangan dalam Oven (Baking)

Baking merupakan teknik mengolah bahan makanan di dalam oven dengan sirkulasi panas dari segala arah. Teknik ini umumnya digunakan untuk pembuatan kue dan roti.

Terdapat tiga variasi teknik baking, yaitu:

  • Memanggang kering
  • Memanggang dalam oven dengan penambahan kelembapan
  • Memanggang dalam oven dengan menggunakan dua wadah (water bath)

Pembakaran (Grilling)

Grilling adalah teknik memasak tanpa bantuan cairan seperti minyak. Metode ini biasanya dilakukan dengan sumber panas yang berada di bawah bahan makanan pada suhu tinggi, berkisar antara 130–170°C. Teknik grilling paling sering digunakan untuk mengolah steak.


Pengolahan Makanan Setengah Jadi

Selain diolah menjadi hidangan siap saji, bahan pangan yang berasal dari serealia dan umbi-umbian juga dapat diproses menjadi produk makanan setengah jadi.

Apa itu makanan setengah jadi?
Makanan setengah jadi merupakan jenis pangan yang belum dapat langsung dikonsumsi dan memerlukan pengolahan lanjutan dengan berbagai teknik, seperti pengukusan, perebusan, atau penggorengan, sebelum siap disantap.

Rangkuman & Hal Penting

No Teknik Kategori Contoh Olahan
1 Merebus Basah Sup, pasta
2 Poaching Basah Telur poached, buah
3 Mengukus Basah Dimsum, umbi kukus
4 Penggorengan rendam Kering Kentang goreng, singkong goreng
5 Penggorengan dangkal Kering Telur dadar, tumisan
6 Pemanggangan oven Kering Roti, kue
7 Pembakaran (Grilling) Kering Steak, sate
Hal Penting yang Perlu Diingat:
  • Teknik Basah → Menggunakan air, kaldu, atau susu. Suhu tidak melebihi titik didih.
  • Teknik Kering → Tanpa cairan. Menggunakan minyak, udara, atau panas langsung.
  • Goreng Rendam → Jaga suhu minyak agar tidak gosong atau terlalu berminyak.
  • Setengah Jadi → Praktis, tahan lama, dan serbaguna.
BASAH - KERING - SETENGAH
Jembatan keledai untuk mengingat 3 kategori utama teknik pengolahan
Basah Kering Setengah Jadi

Blog Post

Kejar Raih Mimpi

Back to Top