B. Bahan, Peralatan, dan Prosedur Pembuatan Bahan Lunak Buatan
1. Kerajinan Parafin (Lilin Buatan)
Kerajinan parafin merupakan seni kerajinan atau kriya yang menggunakan parafin sebagai bahan utamanya. Parafin adalah bahan yang berasal dari hidrokarbon dan dapat digunakan untuk pembuatan kerajinan sebagai berikut:
a. Lilin aromaterapi
Lilin aromaterapi merupakan lilin yang dibuat khusus dengan menambahkan aroma tertentu ke dalam lilin. Penggunaan lilin aromaterapi ini dapat menghilangkan stres sehingga membuat suasana menjadi nyaman dan tenang.
b. Lilin warna
Pembuatan lilin berwarna dilakukan dengan cara memasukkan pewarna khusus lilin ke dalam parafin. Biasanya, lilin warna digunakan untuk dekorasi acara khusus, seperti acara perayaan dan acara keagamaan.
c. Lilin hias (decorative candles)
Lilin hias dibuat menjadi berbagai bentuk, ukuran, dan warna sesuai dengan keinginan. Biasanya, lilin hias digunakan untuk acara khusus, seperti pernikahan, pesta, dan acara keagamaan. Lilin jenis ini umumnya dicetak atau dipahat.
d. Lilin terapi (paraffin wax therapy)
Lilin terapi digunakan untuk pengobatan nyeri dan radang sendi. Parafin yang digunakan adalah parafin cair yang panas karena lilin tersebut dapat mempertahankan panas dalam waktu yang cukup lama.
a. Peralatan untuk pembuatan kerajinan lilin parafin
| No. | Nama Alat | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | Panci ganda (ukuran kecil dan besar) | Untuk melelehkan parafin dan sebagai wadah air. |
| 2 | Termometer lilin | Untuk mengukur suhu lilin. |
| 3 | Spatula kayu atau logam | Untuk mengaduk adonan lilin. |
| 4 | Penjepit sumbu | Supaya posisi sumbu tetap di tengah dan tidak berubah saat lilin membeku. |
| 5 | Pisau | Untuk memotong bahan jika dibutuhkan. |
| 6 | Timbangan | Untuk menimbang berat bahan yang digunakan agar takarannya akurat. |
| 7 | Lap | Untuk membersihkan peralatan yang digunakan. |
| 8 | Cetakan lilin | Untuk membentuk lilin sesuai dengan desain yang diinginkan. |
b. Langkah-langkah pembuatan kerajinan lilin parafin
| Tahapan | Langkah-Langkah Pengerjaan | Keterangan Tambahan |
|---|---|---|
| Persiapan | Siapkan semua bahan dan alat yang dibutuhkan. | |
| Proses Pelelehan | Lelehkan parafin dalam double boiler (dua buah panci, satu panci besar berisi air mendidih, satu panci kecil berisi parafin). Panci kecil simpan di atas panci besar yang berisi air mendidih. Gunakan api kecil sambil terus diaduk supaya tidak gosong dan terbakar. | Dapat ditambahkan minyak esensial atau herbal alami untuk lilin aroma terapi. |
| Proses Pencetakan | Siapkan cetakan yang sudah dilengkapi sumbu. Tuangkan ke dalam cetakan secara hati-hati dan perlahan supaya tidak ada gelembung. | |
| Proses Pendinginan | Selanjutnya, simpan pada suhu ruangan sampai benar-benar membeku dan keras. | |
| Finishing | Keluarkan dari cetakan, lalu potong sumbu apabila terlalu panjang. Selanjutnya, dapat dikemas atau disimpan. | Dapat ditambahkan bunga kering atau glitter sebagai hiasan untuk lilin aroma terapi tanpa mengeluarkan dari cetakannya. |
2. Kerajinan Sabun
Kerajinan sabun merupakan kerajinan dari bahan utama sabun yang hasilnya mengandung nilai artistik dan dekoratif. Sabun yang digunakan untuk kerajinan umumnya bersifat padat.
a. Bahan Kerajinan Sabun
| No. | Nama Bahan | Fungsi |
|---|---|---|
| 1. | Sabun batang | Sabun batang merupakan bahan utama yang digunakan untuk membuat kerajinan dari sabun. Ketika ingin membuat sabun ukir, disarankan menggunakan sabun batang yang lunak supaya mudah diukir. Pilih sabun yang berwarna terang dan transparan. |
| 2. | Pewarna sabun (opsional) | Apabila ingin menghasilkan produk dengan warna yang lebih bervariasi sesuai keinginan, dapat menggunakan pewarna yang aman. |
| 3. | Minyak esensial (opsional) | Supaya memberikan aroma wangi yang khas, disarankan menambahkan minyak esensial. Aromanya dapat disesuaikan dengan selera masing-masing. |
| 4. | Hiasan tambahan (opsional) | Hiasan yang dapat digunakan, antara lain bunga kering, glitter, atau manik-manik kecil yang disesuaikan dengan bahan dasarnya. |
b. Peralatan untuk Pembuatan Kerajinan Sabun
| No. | Nama Alat | Fungsi |
|---|---|---|
| 1. | Pisau ukir atau cutter | Sebagai alat untuk memotong atau mengukir sabun sesuai desain yang diinginkan. |
| 2. | Cetakan | Digunakan untuk membuat kerajinan sabun yang tidak diukir. Sabun dilelehkan dan dituang ke cetakan sesuai bentuk yang diinginkan. |
| 3. | Perlengkapan ukir | Apabila ingin membuat sabun ukir, sediakan perangkat ukir, seperti pisau ukir, penggaris, tusuk gigi, untuk membuat goresan atau pola pada sabun sebelum diukir. |
| 4. | Sendok kecil atau alat pahat mini | Digunakan apabila ingin membuat lubang kecil. |
| 5. | Ampelas halus | Digunakan untuk menghaluskan sabun yang telah selesai diukir. |
3. Kerajinan Fiberglass
Kerajinan fiberglass adalah produk berbahan dasar resin cair yang memiliki keunggulan utama berupa ketahanan terhadap korosi atau kerusakan kimia akibat lingkungan. Karena sifatnya yang kuat dan tahan lama, bahan ini sangat populer digunakan untuk membuat berbagai benda dekoratif maupun fungsional, seperti patung, topeng, hiasan dinding, miniatur, aksesori rumah, hingga vas bunga.
a. Bahan Kerajinan Fiberglass
| No. | Nama Bahan | Fungsi |
|---|---|---|
| 1. | Resin poliester | Resin poliester digunakan sebagai bahan utama pembuatan fiberglass. |
| 2. | Serat kaca | Serat kaca digunakan sebagai bahan penguat dalam kerajinan fiberglass. |
| 3. | Katalis | Katalis digunakan untuk mempercepat proses pengerasan. |
| 4. | Pewarna (opsional) | Pewarna ditambahkan ke dalam cairan resin apabila ingin mendapatkan hasil kerajinan yang berwarna. |
| 5. | Wax (lilin pelapis) | Digunakan supaya cairan fiberglass tidak lengket dalam cetakan saat mengering. |
b. Peralatan untuk Pembuatan Kerajinan Fiberglass
| No. | Nama Alat | Fungsi |
|---|---|---|
| 1. | Cetakan | Cetakan dibutuhkan untuk membuat produk kerajinan sesuai dengan bentuk yang diinginkan. |
| 2. | Pisau | Digunakan untuk merapikan atau memotong bagian yang berlebih. |
| 3. | Kuas | Digunakan untuk mengoleskan resin ke permukaan serat kaca. Lakukan pengulangan olesan sampai ketebalan yang diinginkan tercapai. |
| 4. | Ampelas | Digunakan untuk menghaluskan permukaan kerajinan supaya rapi dan halus. |
| 5. | Alas kerja | Digunakan sebagai alas meja kerja supaya tidak kotor. |
| 6. | Spatula | Digunakan untuk mengaduk adonan resin/gips agar tercampur rata. |
| 7. | Roller fiberglass | Digunakan untuk meratakan bentuk kerajinan fiberglass sebelum mengering dan menghilangkan gelembung udara yang mungkin muncul. |
| 8. | Gunting | Digunakan untuk memotong serat kaca sesuai ukuran yang diinginkan. |
| 9. | Sarung tangan dan masker | Digunakan untuk melindungi diri dari dampak negatif (iritasi atau bau tajam) yang mungkin timbul dari penggunaan resin sebagai bahan kerajinan. |
4. Kerajinan Polymer Clay
Kerajinan polymer clay merupakan seni kerajinan yang dibuat menggunakan bahan dasar polymer clay untuk membuat produk yang memiliki nilai hias (dekorasi) maupun seni pakai atau fungsional. Berbagai kerajinan yang dibuat dari bahan ini, antara lain berbagai jenis aksesori, miniatur dari benda-benda, dekorasi rumah, jenis patung, mainan edukatif, dan sebagainya.
a. Bahan Kerajinan Polymer Clay
| No. | Nama Bahan | Fungsi |
|---|---|---|
| 1. | Polymer clay | Polymer clay merupakan bahan dasar pembuatan kerajinan ini. Polymer clay tersedia dalam berbagai warna yang cerah dan menarik. |
| 2. | Cat pewarna (opsional) | Polymer clay memiliki beraneka ragam warna, tetapi bisa menciptakan warna baru sesuai dengan keinginan, dengan cara mencampur bahan utama dengan pewarna bubuk. |
| 3. | Clear coat / vernis (opsional) | Clear coat atau vernis berfungsi untuk menambah keindahan dengan memberikan warna yang mengilap dan melindungi produk dari goresan. |
| 4. | Dekorasi atau hiasan (opsional) | Dekorasi atau hiasan digunakan untuk mendapatkan hasil kerajinan yang lebih indah. Hiasan yang dapat digunakan, antara lain foil, glitter, atau serbuk mika. |
b. Peralatan untuk Pembuatan Kerajinan Polymer Clay
| No. | Nama Alat | Kegunaan |
|---|---|---|
| 1. | Pisau | Digunakan untuk merapikan atau memotong dan mengiris polymer clay. Pisau yang digunakan harus tajam dan tipis. |
| 2. | Alat penggulung (roller) | Digunakan untuk menipiskan adonan sesuai keinginan. |
| 3. | Cetakan (mold) | Digunakan untuk membuat bentuk-bentuk tertentu, sesuai cetakan yang digunakan. |
| 4. | Alat-alat pemodelan (modelling tools) | Alat sederhana, seperti tusuk gigi, jarum, dan alat-alat kecil tajam lainnya, digunakan untuk membuat ukiran atau goresan. |
| 5. | Ampelas halus | Digunakan untuk menghaluskan produk kerajinan setelah dipanggang. |
| 6. | Oven atau microwave | Digunakan untuk memanggang produk kerajinan agar mengeras. |
| 7. | Bor kecil atau jarum | Digunakan untuk membuat lubang sebelum produk dibakar. |
| 8. | Alas kerja | Digunakan untuk alas meja kerja supaya tidak kotor. |
5. Kerajinan Plastisin
Kerajinan plastisin merupakan seni dalam membuat kerajinan yang menggunakan plastisin sebagai bahan dasarnya. Beberapa bentuk karya kerajinan dari bahan ini, yaitu replika benda, model makanan, dekorasi rumah, animasi karakter, mainan edukatif, dan kerajinan ornamen atau patung kecil.
Prosedur pembuatan kerajinan plastisin
| Tahapan | Langkah-Langkah Pengerjaan |
|---|---|
| Persiapan | Siapkan semua bahan dan alat yang diperlukan. |
| Pembentukan | Bentuklah plastisin sesuai bentuk yang diinginkan. |
| Penambahan Minyak atau Pelumas | Supaya plastisin menjadi lebih lembut dan tidak kering, dapat ditambahkan pelumas atau minyak. |
| Penambahan Warna (opsional) | Apabila ingin mendapatkan warna yang menarik, dapat ditambahkan pewarna bubuk. |
| Finishing | Gunakan alat bantu, seperti tusuk gigi atau pisau yang tipis dan tajam untuk membuat goresan atau ukiran yang diinginkan. Setelah selesai dibentuk, produk kerajinan dapat dipajang sebagai dekorasi. Apabila ada bahan yang masih tersisa, dapat disimpan di dalam wadah yang tertutup. |