D. Prosedur Perancangan Kerajinan Bahan Lunak Buatan
1. Prinsip Perancangan
Sebelum merancang dan membuat kerajinan dari bahan lunak buatan, perlu memahami hal-hal yang menunjang keberhasilan pembuatan. Agar menghasilkan produk yang berkualitas, penting memperhatikan prinsip ekonomis dan ergonomis dalam perancangan kerajinan meliputi:
- kegunaan (utility)
- kenyamanan (comfortability)
- keluwesan (flexibility)
- keamanan (safety)
- keindahan (aesthetic)
Proses Perancangan
Menemukan Bahan Dasar → Mencari Ide atau Gagasan dari Berbagai Sumber → Membuat Beberapa Sketsa Karya Kerajinan
↓
Menemukan Sketsa Karya Kerajinan yang Terbaik → Mengumpulkan Bahan dan Alat yang Diperlukan → Membuat Produk Kerajinan Sesuai Rancangan → Menguji Produk dan Melakukan Evaluasi
↓
Revisi Produk Kerajinan → Tes Produk Akhir → Pengemasan → Pemasaran atau Pengenalan Produk Melalui Display
2. Teknik Pembuatan Kerajinan Bahan Lunak Buatan
a. Kerajinan dari clay (polymer clay dan plastisin)
- Teknik cetakan (modeling): menggunakan cetakan untuk membentuk clay sesuai pola, dimasukkan ke dalam cetakan, diratakan, kemudian dilepas.
- Teknik pembentukan langsung (hand modeling): membuat kerajinan secara langsung menggunakan tangan tanpa alat bantu, menggunakan jari dan telapak tangan.
- Teknik penggabungan warna (noriage): menggabungkan beberapa potongan clay dengan warna berbeda, digulung dan disatukan sampai mendapatkan warna yang diinginkan.
- Teknik motif marmer (marbling): mencampurkan beberapa clay dengan warna berbeda, lalu digulung dan diplintir secara bersamaan.
- Teknik batang pola (caning): membentuk batang panjang berisi pola, lalu diiris menjadi potongan-potongan sehingga terlihat bagian polanya.
- Teknik pijat tekan (pinch): memijat dan menekan clay dari bentuk seperti bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan jari-jari tangan.
- Teknik pilin (coil): membuat pilinan atau gulungan panjang seperti tali, kemudian dililit atau ditumpuk.
- Teknik lempengan (slab): membentuk lempengan menggunakan rol untuk membuat bentuk persegi atau silinder.
b. Kerajinan dari lilin
- Teknik ukir (carving): menggores, mencukil, atau menoreh pada permukaan benda sesuai pola menggunakan pisau kecil atau pisau ukir.
- Teknik tuang (modeling): lilin dilelehkan, kemudian dituangkan ke dalam wadah sesuai keinginan.
- Teknik lapis (layering): menuangkan lilin cair secara bergantian dengan berbagai warna sehingga menghasilkan lapisan warna berbeda.
- Teknik lilin beraroma (scented candle): lilin dilelehkan, dituangkan ke dalam wadah, dan ditambahkan minyak esensial.
c. Kerajinan dari fiberglass
- Teknik laminasi tangan: mengaplikasikan resin secara manual pada lapisan serat kaca, lalu dibiarkan sampai mengering dan mengeras.
- Teknik penyemprotan: menyemprotkan cairan resin dan serat kaca ke dalam cetakan sehingga proses lebih cepat.
E. Proses Perancangan dan Pembuatan Kerajinan Bahan Lunak Buatan
1. Perancangan Kerajinan Bahan Lunak Buatan
Produk kerajinan yang memiliki kualitas tinggi, estetis, dan memiliki nilai jual yang tinggi dibuat melalui beberapa tahap perancangan, yaitu:
Perencanaan
- Identifikasi gagasan
- Ide gagasan
Pelaksanaan
- Persiapan bahan
- Persiapan alat
- Proses pembuatan
Evaluasi
Lakukan evaluasi dengan menguji karya.
2. Perancangan dan Pembuatan Kerajinan Lilin Aromaterapi
a. Perencanaan
Identifikasi gagasan
Ilustrasi: Dewi akan kedatangan banyak tamu dari luar kota. Mereka adalah keluarga besar dari pihak ibu Dewi. Dewi ingin menerima tamu tersebut dengan keadaan ruangan yang harum, tenang, dan membuat rileks.
Ide gagasan
Dewi akan membuat lilin aromaterapi dari bahan lilin parafin (paraffin wax), yang memiliki nilai ekonomis dan ergonomis.
b. Pelaksanaan
Persiapan bahan
Bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan lilin aromaterapi, yaitu lilin parafin (sudah diserut), tali sumbu, minyak esensial atau pewangi, dan kayu manis (boleh diganti sesuai selera).
Persiapan alat
- Wadah untuk lilin
- Panci ganda
- Sendok/spatula/pengaduk
- Termometer lilin
- Lap, pisau, dan timbangan
c) Pembuatan kerajinan lilin aromaterapi
| No | Langkah Pembuatan |
|---|---|
| 1 | a. Siapkan semua bahan dan alat b. Serut lilin parafin |
| 2 | Lelehkan parafin dalam double boiler |
| 3 | Tambahkan minyak esensial |
| 4 | Tuang ke cetakan |
| 5 | Atur posisi sumbu |
| 6 | Tambahkan hiasan |
| 7 | Diamkan hingga mengeras |
c. Evaluasi
Simpanlah dalam display atau kemasan yang menarik dan presentasikan hasil kerajinanmu. Lalu, mintalah pendapat guru dan temanmu tentang kelebihan dan kekurangan karyamu.